Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Syafiʿe atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i yang akrab dipanggil Imam Syafi'e. Beliau adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pengasas mazhab Syafi'i. Imam Syafi'e juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib.
Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafi'i lahir di Gaza, Palestina, namun di antara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di Asqalan;
sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para
ahli sejarah pula, Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada
tahun ini wafat pula seorang ulama besar Sunni yang bernama Imam Abu Hanifah.
Imam Syafi'i wafat pada malam Jum'at menjelang
subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809
Miladiyyah pada usia 52 tahun. Jenazah Imam Syafi'i diangkat dari rumahnya, melewati jalan
al-Fusthath dan pasarnya hingga sampai ke daerah Darbi as-Siba, sekarang
jalan Sayyidah an-Nafisah. Dan, Sayyidah Nafisah meminta untuk
memasukkan jenazah Imam ke rumahnya, setelah jenazah dimasukkan, beliau
turun ke halaman rumah kemudian salat jenazah, dan berkata, "Semoga
Allah merahmati asy-Syafi'i, sungguh ia benar-benar berwudhu dengan
baik."
Jenazah kemudian dibawa, sampai ke tanah anak-anak Ibnu Abdi
al-Hakam, disanalah ia dikuburkan, yang kemudian terkenal dengan Turbah
asy-Syafi'i sampai hari ini, dan disana pula dibangun sebuan masjid yang
diberi nama Masjid asy-Syafi'i. Penduduk Mesir terus menerus menziarahi
makam sang Imam sampai 40 hari 40 malam, setiap penziarah tak mudah
dapat sampai ke makamnya karena banyaknya peziarah.
0 comments:
Post a Comment